Pep Angkat Bicara Usai City Dibantai Barca

Manchester City dibantai Barca empat gol tanpa balas di Camp Nou, Kamis (20/10). Pasukan Pep Guardiola diyakini kalah kelas dari klub Catalan, yang ironisnya dibentuk oleh Pep sendiri. Namun, sang pelatih berpendapat. Menurutnya sebenarnya game berjalan sama kuat sampai kartu merah mendera Claudio Bravo. Selain itu, Pep mengaku ini bukan kekalahan terburuk yang pernah dideritanya.

Pep Angkat Bicara Usai City Dibantai Barca

Lionel Messi hat-trick dan satu gol Neymar membuat kepulangan Pep untuk kali kedua ini bermandikan darah di Camp Nou. Bahkan, Manchester City mendatangkan Pep yang disejajarkan dengan deretan klub elite Eropa. Tapi Pep dianggap terlalu naif. Dia memaksa timnya bermain terbuka dan menyerang ketika menghadapi klub sekelas Barca. Pendekatan ini berbeda dari Manuel Pellegrini, juru taktik pertama Manchester City, yang bersedia untuk memarkir bus sehingga timnya hanya menelan kekalahan tipis 1-0.

 

Menurut Pep, Barcelona memang sulit untuk diimbangi oleh timnya. Namun menurut pelatih berkepala plontos tersebut, sejatinya City sudah unjuk kekuatan. Hingga, bencana tiba ketika Claudio Bravo membendung tembakan Luis Suarez dengan tangannya di luar kotak penalti.

 

“Pada tingkat itu, berat (untuk mengimbangi Barca) Tapi hingga 10 pemain (City) menghadapi 11 pemain (Barca), pertandingan itu terbuka, dan kami bersaing melawan tim yang sangat baik. Dengan kepribadian yang hebat Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Tapi setelah kartu merah, permainan berakhir. ”

 

Gol pertama Barcelona berasal dari kesalahan dalam pemain Manchester City mengamankan bola, diikuti oleh tragedi tergelincir Fernandinho di dalam kotak. Ditambah blunder Bravo yang mengakibatkan kartu merah, juga hukuman untuk pelanggaran John Stones, lengkap sudah kesalahan individual City yang dimanfaatkan betul oleh Barcelona.

 

Untuk Pep, masalah ini yang harus diperbaiki City. Ia mengatakan, “Ini terjadi pada setiap pertandingan (di empat pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan City) selalu ada insiden. Bunuh diri, gagal penalty, dan hal lainnya. Kami harus mengubah kedinamisan tim. Kami berada dipertandingan tersebut.”

 

“Kami menekan, kami memiliki penguasaan bola dan menciptakan peluang. Tapi, kami tidak bisa mencetak gol. Bahkan, untuk memenangkan pertandingan, anda harus melakukannya (untuk mencetak gol).”

 

Pep tidak menganggap bahwa kekalahan dari Barcelona ini adalah kekalahan terburuk. Karena timnya bisa mengimbangi tim lawan. Untuk Guardiola, kekalahan terburuk yang pernah ia rasakan ialah ketika Real Madrid menghancurkan Bayern Munich 0-4 di Allianz Arena.

 

Kekalahan terburuk dalam karir saya adalah ketika Bayern Munich dikalahkan Real Madrid (di semi-final Liga Champions 2013/2014). Ketika situasi buruk dan saya membuat kesalahan di lineup, “kata Pep dikutip CNN Indonesia.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn