Jejak Karier Frank Rijkaard

Masih ingat dengan salah satu mantan pemain sepak bola asal Belanda yang kini meniti karier sebagai pelatih sepak bola Arab Saudi? Ya, mantan pemain sepak bola ini adalah Frank Rijkaard. Nama Frank Rijkaard tentu saja sudah banyak dikenal di dunia persepakbolaan, bukan? Nama lengkap pria yang lahir 54 tahun silam ini adalah Franklin Edmundo Rijkaard.

Nama Frank Rijkaard sendiri sebenarnya sudah lama dikenal di dunia persepakbolaan, mulai saat pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 30 Sptember 1962 ini memutuskan meniti karier  sebagai pemain, pelatih, bahkan hingga menjadi manager. Sayangnya, tak banyak yang tahu beberapa hal mengenai Rijkaard. Lalu, seperti apakah kiprah pelatih sepak bola satu ini?

 

Jejak karier Frank Rijkaard

Seperti yang kita ketahui, nama Frank Rijkaard memang sudah lama dikenal dalam dunia persepakbolaan. Terlebih, bagi para warga Belanda yang mencintai jenis olah raga satu ini, atau bahkan juga beberapa nama tim sepak bola yang sudah terkenal di kancah internasional. Bahkan, bisa juga nama yang satu ini dikenal karena jejak karir dunia sepak bola.

Tentu saja, nama Frank Rijkaard yang sudah dikenal oleh banyak oran ini juga memiliki jejak karier tersendiri. Pria yang memiliki tinggi badan 190 cm tersebut dulunya bermain sebagai gelandang. Pada tahun 1980 sampai dengan 1987 ia bermain di Tim Ajax dan tampil sebanyak 206 kali, dengan perolehan gol mencapai 46.

Selanjutnya, Frank Rikjaard bermain di Sporting CP yang dibelanya mulai dari tahun 1987 hingga 1988, meski tak pernah tampil atau mencetak gol sekali pun. Sementara itu, pada tahun 1987 hingga 1988, nama Frank Rijkaard dikenal karena statusnya sebagai pemain pinjaman untuk tim Zaragosa dan tampil sebanyak 11 kali meski tak berhasil mencetak gol.

Nama Frank Rijkaard pun semakin menanjak karena statusnya sebagai pemain untuk salah satu klub sepak bola terkenal yang bersejarah, yaitu AC Milan. Pria berdarah Belanda ini bermain untuk AC Milan sejak tahun 1988 hingga 1993 dengan permainan sebanyak 142 kali tampil dan kesuksesannya dalam mencetak sekaligus mengantungi 16 gol untuk tim belaannya.

Tak sampai di situ, nama Frank Rijkaard yang sudah terkenal pun pada tahun 1993 sampai dengan 1995 kembali dikenang oleh tim yang mengantarkan karier di bidang sepak bolanya, yaitu Ajax. Pria yang bermain untuk tim asal tanah kelahirannya tersebut tampil bersama Ajax sebanyak 55 kali dan berhasil mencetak gol sebanyak 19 buah.

Nama Frank Rijkaard yang dikenal karena pencapaiannya ini dapat dikategorikan cukup baik. Jika ditotal mulai awal hingga akhir karier sebagai pemain sepak bola, Frank Rijkaard ini telah tampil sebanyak 414 kali dan berhasil mengantungi gol sebanyak 81. Tak hanya itu, ia pun sempat membela timnas Belanda pada tahun 1980 hingga 1994.

Pasca berhenti menjadi pemain sepak bola, nama Frank Rijkaard tetap terkenal sebagai karier barunya, yaitu pelatih. Pria ini melatih tim Belanda pada tahun 1998 hingga 2000. Selanjutnya, tim yang dilatih oleh pria berdarah Belanda ini adalah Sparta Rotterdam, yaitu pada tahun 2001 hingga 2002.

Tak sampai di situ, nama Frank Rijkaard kembali melejit karena tim Barcelona yang dilatihnya pada tahun 2003 hingga 2008. Sementara itu, pada tahun 2009 hingga 2010 ia melatih Galatasaray. Sedangkan tim Arab Saudi dilatihnya mulai tahun 2011 sampai sekarang.

Sejarah Club Sepak Bola Estudiantes de La Plata, Argentina

Estudiantes atau dengan nama lengkap Klub Estudiantes de La Plata merupakan salah satu club sepak bola besar dari Argentina dan sampai saat ini masih bermarkas di sebuah kota La Plata, Provinsi Buenos Aires Negara Argentina. Klub yang berkarir sejak 1905 ini sudah menyimpan banyak sekali prestasi yang tergolong stabil sampai saat ini.

Klub Estudiantes de La Plata awal mula berdiri pada 4 Agustus 1905, dan juga memiliki stadion sendiri yang bernama Jorge Luis Hirschi dengan daya tampung hingga 20.000 penonton. Dengan diketuai oleh Ruben Filipas dan manager Alejandro Sabella, klub bola satu ini sudah banyak mendapatkan banyak prestasi dari dalam dan luar negeri. Klub dengan julukan Los Pincharratas atau El Leon menjadi salah satu club yang dibanggakan oleh fansnya.

 

Sejarah Prestasi Klub Estudiantes de La Plata

Dalam sejarah sepak bola Argentina, klub Estudiantes de La Plata merupakan klub yang dipertimbangkan dalam setiap permainannya. History kejuaraan sepak bola Argentina mencatat bahwa Klub Estudiantes de La Plata pernah menjadi klub papan atas yang menjuarai beberapa Liga papan atas di Argentina tersebut. berikut sejarah prestasi yang pernah dinikmati oleh klub Estudiantes de La Plata.

Jejak Prestasi Klub Estudiantes de La Plata

  1. Liga Argentina

Dalam sejarah sepak bola Argentina klub Estudiantes de La Plata pernah mendapatkan lima tropi juara di liga Argentina, prestasi tersebut diraih pada tahun 1913, dan pada tahun 1967 (Metropolitano), 1982 (Metropolitano), 1983 (Nasional) dan pada tahun 2006 (Arpertura).

  1. Piala Libertadores

Pada tahun 1960 kompetisi resmi pertama kali diadakan dan mempertemukan beberapa klub terbaik yang berada di wilayah Amerika Selatan. Kompetisi resmi tersebut diberi nama dengan Piala Libertadores dan masih berlangsung hingga tahun ini. Sehubung hal itu, kompetisi resmi ini pernah dimenangkan oleh klub Estudiantes de La Plata pada tahun 1968, 1969, 1970 dan selang beberapa tahun klub tersebut gagal menjadi juara bertahan hingga berhasil menjadi puncak juara lagi pada tahun 2009.

  1. Piala Interkontinental

Salah satu piala kejuaraan besar yang mempertemukan antara juara Liga Champions dan juara dari piala Libertadores, dengan sebutan piala Interkontinental. Banyaknya klub-klub juara yang bersaing dalam kejuaraan ini menjadikan kemenangan yang luar biasa sekaligus membanggakan bagi klub Estudiantes de La Plata yang dalam masa keemasannya pada tahun 1968 silam.

 

Sejarah Menager dari Klub Estudiantes de La Plata

  • Guilermo Stabile (1940-1941)
  • Alberto Zozaya (1945-1949)
  • Neil McBain (1949-1955)
  • Mario Fortunato (1954–1955)
  • Miguel Ángel Lauri (1955)
  • Manuel Ferreira (1955)
  • Saul Ongaro (1956)
  • Ricardo Infante (1960)
  • Saul Ongaro (1962-1963)
  • Carlos Aldabe (1963-1964)
  • Osvaldo Bilardo (1971)
  • Jose Maria Silvori (1972)
  • Omar Sivori (1971)
  • Carlos Bilardo (1973-1976)
  • Eduardo Lujan Manera (1977)
  • Hector Rial (1978)
  • Jose Yudica (1980)
  • Carlos Pachame (1981)
  • Carlos Bilardo (1982-1983)
  • Eduaro Lujan Manera (1983-1985)
  • Humberto Zuccarelli (1985-1986)
  • Eduardo Lujan Manera (1986)
  • Jose Ramos Delgado (1987)
  • Oscar Malbernat (1987-1988)
  • Humberto Zuccarelli (1990-1991)
  • Eduardo Flores (1991-1992)
  • Luis Garisto (1992-1993)
  • Enzo Trossero (1993-1994)
  • Hector Vargas (1994)
  • Miguel Angel Russo dan E.Lujan Manera (1994-1999)
  • Marcos Conigliaro (1995)
  • Patricio Hernandez (1998-1999)
  • Nestor Craviotto (2000-2002)
  • Oscar Malbernat (2002-2003)
  • Carlos Pachame (2003)
  • Carlos Bilardo (2003-2004)
  • Reinaldo Merlo (2004-2005)
  • Jorge Burruchaga (2005-2006)
  • Diego Simeone (2006-2007)
  • Roberto Sensini (2008)
  • Leonardo Astrada (2008-2009)
  • Alejandro Sabella (2009-2011)
  • Nelson Vilvas (2015- saat ini)

 

Itulah jejak sejarah panjang dari klub Estudiantes de La Plata Argentina, sampai saat ini klub tersebut masih menjadi klub yang selalu memberikan perlawananan dan diunggulkan menjadi klub yang terbaik di Argentina.

 

Sepatu Sepakbola Menjadi Aspek Keberhasilan Ronaldo

sepatu sepakbola

Real Madrid dan Portugal terlibat dalam perancangan sepatu sepakbola Ronaldo, termasuk aspek-aspek detail seperti warna, berat dan kenyamanan.

Bagi Anda penggemar bola, tentu mengenal produk sepatu sepakbola yang dijual di berbagai toko olahraga. Nah, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa produser sepatu seperti Nike dan Adidas mengeluarkan begitu banyak macam sepatu. Atau tahukah bahwa pemain juga terlibat dalam merancang sepatu yang mereka kenakan di lapangan ?

“Perancangan ini dimulai dari Ronaldo, “ujar Max Blau, wakil presiden global untuk Nike Football Shoes yang sudah bekerja selama 31 tahun, dikutip oleh Goal. “Saya pikir dia luar biasa, tapi dia yang pertama mengatakan ‘saya ingin meningkatkan performa saya’. Dia bilang dia ingin mendapatkan menjadi lebih baik dan akan melakukan yang ia bisa, tapi dia membutuhkan kami (Nike) untuk melakukan bagian lainnya juga.

“Hal ini menempatkan banyak tekanan pada kami. Kami harus membantunya dengan sesuatu. Itulah cara kami membuat Mercurial Superfly terbaru (sepatu yang dipakai Ronaldo).

“Setiap pemain memiliki warna favorit mereka, dan itu sudah terbukti secara ilmiah bahwa warna sepatu mengaktifkan bahan kimia dalam pikiran pemain.

“Ketika Anda merasa lebih baik, Anda bermain lebih baik. Alasan utama dari warna ini adalah untuk memberikan keyakinan. Misalnya, Cristiano Ronaldo tidak suka memakai sepatu bot hitam karena dia bilang hitam terlihat lambat dan dia ingin merasa cepat.”

Blau percaya bahwa mengenakan alas kaki yang tepat sangat penting dan saking pentingnya, sampai-sampai ia menganggap dirinya telah memainkan peran besar dalam keberhasilan Ronaldo.

“Ia telah memenangkan beberapa kompetisi lokal, Liga Champions, dan Piala Dunia,” tambahnya. “Saya percaya bahwa saya berbagi sepotong kesuksesan itu.

“Aspek paling menarik dari pekerjaan saya adalah kesempatan untuk memperkuat bakat manusia. Kuncinya adalah secara pribadi, tetapi produk juga memainkan peran besar.

“Individu yang sama di bawah kondisi yang sama akan memiliki kinerja yang lebih baik jika ia memakai produk yang lebih baik.”

So, bagi Anda penggemar sepakbola, silahkan tentukan aspek terbaik sepatu untuk Anda ya, Siapa tahu Anda adalah Ronaldo selanjutnya.

Kasper Dolberg Cetak Hattrick untuk Ajax di Usia 19 tahun!

Kasper Dolberg, anak 19 tahun ini menjadi sensasi tersendiri di Ajax Amsterdam. Anak laki-laki dari Denmark mencetak hattrick pertama bagi Ajax saat timnya menghancurkan NEC Nijmegen di Eredivisie, Minggu (2016/11/20). Tak diragukan lagi, penampilan brilian Dolberg ini disebutkan bakal meluruskan langkahnya menjadi pemain bintang di masa depan.

kasper-dolberg

Sebelumnya nama Kasper Dolberg sudah menjadi bahan gosip penggemar Liga Belanda. Karena pada usia yang sangat mudah, penampilannya di Ajax Amsterdam dapat dikatakan telah sensasional. Dia mencetak delapan gol dan tiga assist. Bahkan untuk kompetisi tingkat Eredivisie, itu sangat menakjubkan jika dilihat, Dolberg adalah seorang anak yang lahir 6 Oktober 1997.

 

Bakat besar Kasper Dolberg dipantau oleh John Steen Olsen. Dia bukan pemandu bakat sembarangan karena Olsen juga telah menjadi titik pertama dalam perjalanan karir spektakuler Zlatan Ibrahimovic dan Christian Eriksen. Jika kita masih meragukan kemampuan Dolberg, tengok saja hattricknya ke gawang NEC saat Ajax mencukur tim tamu dengan skor 5-0.

 

Memang sang lawan hanya tim papan bawah, tetapi Dolberg terbukti sangat efektif. Dia mengukir tiga gol hanya dalam 37 menit dari kick-off. Jika jarak antara gol dihitung, sejak pertama menyelesaikan umpan Lasse Schone di 19 menit, sampai header dengan membelakangi gawang pada bola silang Daley Sinkgraven, Dolberg hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 menit.

 

Salah satu yang tidak boleh diabaikan, Kasper Dolberg menjadi salah satu kunci keberhasilan Ajax Amsterdam musim ini untuk bersaing dengan calon juara kuat lainnya, Feyenoord. Saat ini, Ajax memiliki 30 poin dari 13 pertandingan. Dan aksi Dolberg tersebut membuatnya sepanjang awal musim ini sudah mencetak gol di level Liga Europa, Liga Belanda, dan kualifikasi Piala Eropa U21.

Nice Masih Betah Memimpin Klasemen Ligue1!

Klasemen Liga Prancis pada 2016 pekan ini masih dipimpin oleh Nice yang semalam berhasil kembali memetik tiga poin di markas Saint Etienne. Pasukan Lucien Favre berhasil mengatasi tekanan yang diberikan oleh AS Monaco dan PSG di pertandingan sebelumnya yang berhasil memetik kemenangan atas Lorient dan Nantes dengan skor meyakinkan.

nice

Tentu saja tidak mudah untuk menang di markas tim seperti Saint Etienne, tapi Nice bisa mengatasi perlawanan langkah dan mencetak gol tunggal melalui Valentin Eysseric. Gol tersebut sukses membawa Nice kini mengoleksi 32 poin dan masih mempertahankan keunggulan tiga poin atas Monaco dan PSG di posisi tiga besar.

 

Sayangnya, tampaknya perlawanan kompetisi tersebut hanya terbatas kepada tiga tim tersebut. Karena Lyon di tempat keempat dengan 22 poin masih tercecer alias 10 poin terpaut dari Nice. Minggu ini beruntung Lyon bisa meraih kemenangan tipis di kandang Lille berkat gol dari Gnaly Maxwell Cornet dan lebih beruntung ketika Guingamp hanya mampu memetik hasil imbang yang membuat Lyon naik pada posisi keempat pada table klasemen Ligue1 Prancis dipekan ini.

 

Sementara itu dipapan bawah, Lille masih belum mampu bangkit dari kubangan zona merah. Sudah melewati 13 minggu, tim yang dulu pernah memperkenalkan pemain seperti Eden Hazard, Gervinho, Yohan Cabaye tersebut masih tercecer di urutan 19 dengan perolehan 10 poin saja alias baru tiga kali menang dan sekali imbang. Dibutuhkan kerja keras pasti dari Lille untuk bangkit meskipun masih akan ada banyak pertandingan yang bisa dimainkan.

Mengadu CR7 vs Messi tidak sehat untuk sepakbola..

Perbandingan Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo benar-benar tidak sehat untuk sepak bola. Demikian yang sampaikan gelandang Bayern Munich Thiago Alcantara. Menurut dia, dua pemain ini tidak layak diadu satu sama lain karena keduanya memiliki kualitas luar biasa. Thiago menegaskan, lebih baik dunia sepakbola era ini bersyukur dapat menonton dua pemain hebat yang lahir di era yang sama.

mengadu-cr7-vs-messi-tidak-sehat-untuk-sepakbola

Selama ini, apa yang dilakukan oleh Lionel Messi selalu dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo. Ketika salah satu dari mereka memecahkan rekor, maka orang lain dituntut sama. Ketika Messi memenangkan Ballon d’Or, Ronaldo jauh lebih buruk dari dia. Demikian pula, ketika pemenang Ronaldo, seolah Messi bukan apa-apa.

 

Bahkan, kedua pemain ini begitu dominan dalam satu dekade terakhir. Lihat saja jumlah Ballon d’Or milik mereka secara keseluruhan: delapan, yang dibagi lima untuk Messi, dan tiga untuk CR7. Bahkan, keduanya selalu dinominasikan untuk Ballon d’Or sejak 2007 hingga tahun 2016.

 

Menurut Thiago Alcantara seharusnya cara memuji Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo untuk tidak membandingkan satu sama lain. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan tidak perlu dicari, siapa yang lebih baik.

 

Thiago mengatakan: “Leo adalah salah satu pemain terbaik di dunia dalam sejarah Tapi aku lelah membandingkan Messi dan Cristiano ini tidak sehat untuk sepak bola Cristiano Ronaldo juga ‘binatang’ juga….”

 

Thiago Alcantara sendiri mengaku, ia mengambil keputusan yang tepat ketika meninggalkan Barcelona. Pemain tengah itu mengundurkan diri pada 2012 setelah tidak mendapatkan tempat di skuad inti Tito Vilanova. Sekarang, dengan Bayern Munich, Thiago menegaskan, bukan hanya Barca yang menjadi landasan dari sepak bola. Bayern pun tidak kalah hebat.

 

“Saya tidak menyesal pergi dari Barcelona. Sepakbola itu global, tidak berakhir di Barca saja. Luar biasa menjadi bagian akademi dan tim utama Barcelona. Jika suatu saat saya harus kembali, saya akan mengambil kesempatan itu. Tapi saya sangat bahagia di Bayern, dan tidak berencana hengkang.”

Trik Marcelo menghadang Tendangan Bebas Lionel Messi.

Brasil 3-0 kemenangan atas Argentina masih ramai dibicarakan. Tidak hanya karena Albiceleste masih keok meskipun ada Lionel Messi. Tetapi juga karena, trik ‘petak umpet’ Marcelo yang tampil di pertandingan tersebut. perilaku Marcelo tidak sebatas pada lelucon belaka. Langkah ini diambil untuk menghentikan tendangan bebas Argentina yang biasanya dieksekusi oleh Messi.

trik-marcelo-menghadang-tendangan-bebas-lionel-messi

Berkat kemenangan telak atas Argentina, Brasil berpesta. Mereka berhasil memimpin Piala Dunia 2018 kualifikasi dengan selisih satu poin dari Uruguay. Brazil juga meninggalkan lawan lain seperti Kolombia, Ekuador, dan Chile. Tak kalah penting, kemenangan ini bagai penghenti lara, setelah kejadian tim Samba dibantai Jerman 7-1 di Piala Dunia 2014.

 

Philippe Coutinho, Neymar dan Paulinho tokoh kunci kemenangan Brasil dengan gol-gol mereka. Tapi ada satu nama yang tidak boleh dilupakan. Dia ialah Marcelo. Bukan hanya karena penampilan bek kiri sepanjang pertandingan. Menit 36 dalam pertandingan tersebut, kita melihat ada tindakan usil dari Marcelo.

 

Argentina mendapatkan tendangan bebas di daerah yang sangat ideal untuk gol Messi. Brazil juga menyusun pagar betis. Alih-alih berdiri seperti pemain lain, Marcelo bahkan duduk di belakang rekan-rekannya seolah bermain petak umpet dengan Messi. Tapi jangan salah, ini adalah taktik yang efektif ala pelatih tim Samba, Tite.

 

Messi selalu berbahaya tendangan bebas untuk tim lawan. Brasil mencoba untuk membatasi ancaman itu sesedikit mungkin. Posisi itu membuktikan trik Brazil Marcelo. Tim Samba sengaja memasang pagar betis yang terdiri dari pemain jangkung, termasuk bek Miranda tengah. Mereka ditugaskan melompat untuk memblokir tendangan jika Messi mengincar gol dari sudut atas.

 

Tapi bisa saja Messi mengerjai lawan dengan mengirimkan tembakan datar. Di sinilah tugas Marcelo. tubuhnya akan mengusir jika Mesi memilih menembak seperti itu. Artinya, Messi tidak bisa menembak ke atas atau bawah. Semua telah dilindungi melalui trik petak umpet ini.

 

Lionel Messi sendiri, gagal total di pertandingan ini. Tendangan bebasnya tidak ampuh. Dia juga hanya bisa menembak sekali, dan tidak tepat sasaran.

Tanpa Argentina & Messi, Piala Dunia Bukanlah Piala Dunia..

Piala Dunia tanpa Argentina dan Lionel Messi, bukanlah Piala Dunia yang sejati. Demikianlah yang disampaikan oleh Marc Bartra, bek tengah Borussia Dortmund. Menurut pria yang pernah membela Barcelona, meskipun Argentina tengah krisis dan terancam gagal lolos Piala Dunia Rusia pada tahun 2018, kesempatan Albiceleste masih terbuka, karena mereka memiliki Leo Messi, pemain terbaik dunia.

tanpa-argentina-messi-piala-dunia-bukanlah-piala-dunia

Posisi Argentina sangat rentan saat ini. Dari 11 pertandingan yang dimainkan, Albiceleste hanya menempati peringkat keenam  pada table klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 untuk lolos ke Rusia, mereka harus mampu menyalip deretan tim papan atas yang dihuni Brasil, Uruguay, Kolombia, Ekuador, dan Chile. Minimal, Argentina menduduki peringkat keempat, batas waktu untuk kualifikasi untuk Piala Dunia 2018 secara langsung. Jika mereka finis di urutan lima, maka Argentina harus pergi melalui play-off antarbenua.

 

Dukungan untuk Argentina tidak datang dari dalam negeri sendiri. Marc Bartra, yang pernah menjadi tim dengan Lionel Messi di Barcelona, juga berharap tim tango dapat memenuhi syarat. Menurut Bartra, Argentina serta tim elit dunia, memiliki kelas tersendiri yang berbeda dari kebanyakan tim lain. Oleh karena itu, Piala Dunia tanpa Argentina bergulir sebagai peserta, bukan Piala Dunia sejatinya.

 

Dikutip Mundo Deportivo Batra mengatakan, “Leo (Messi) adalah pemain terbaik dunia, dan Piala Dunia tanpa Argentina akan kehilangan level sejatinya.”

 

Namun demikian, Bartra tidak ingin mengurus berlebihan Argentina. Karena, Spanyol hari ini masih berjuang mengamankan tiket di zona Eropa 2018 kualifikasi Piala Dunia. Selain itu, Spanyol berada di grup yang sama dengan Italia. Hanya satu tim akan lolos langsung, sementara yang lain harus melewati babak play-off.

 

Dalam sejarah Piala Dunia sendiri, bukan cuma Argentina yang merasakan penderitaan bertarung untuk sekadar lolos dari zona CONMEBOL. Brazil pernah begitu parah di kualifikasi jelang Korea Selatan-Jepang 2002, tapi kemudian menjadi kampiun di putaran final.

Christiano Ronaldo : Kami bukan teman baik, tapi

Duel Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi selalu didengungkan oleh media, seolah-olah mereka adalah musuh yang selalu ingin saling mengalahkan. Namun, CR7 menegaskan, faktanya tidaklah demikian. Meskipun Ronaldo untuk Real Madrid, sementara Messi berseragam Barcelona, keduanya menaruh respek.

Christiano Ronaldo : Kami bukan teman baik, tapi

Berbeda dengan era sebelumnya, era sepak bola dunia memiliki dua ikon ‘diperebutkan’. Ada Lionel Messi di satu sisi, dan ada Cristiano Ronaldo di sisi lain. Kehadiran mereka di masing-masing Barca dan Madrid, yang merupakan rival abadi, semakin banyak memanaskan perbandingan.

 

Setiap minggu, ketika Messi menciptakan Hattrick, seolah Ronaldo juga harus mencetak tiga gol juga. Ketika CR7 tampil luar biasa, Messi pun dituntut begitu. Ketika satu pemain bermain buruk, yang lain diklaim pemain terbaik dunia; dan sebaliknya. Oleh karena itu ada keyakinan bahwa Messi dan Ronaldo selalu bersaing, bahkan bermusuhan.

 

Tapi Cristiano Ronaldo menyatakan, permusuhan tersebut hanyalah rekayasa media. Untuk bintang Real Madrid, Messi bukanlah lawan. Memang, mereka bukan teman yang baik karena tidak berada di klub atau negara yang sama. Namun, mereka menghormati kekuatan masing-masing.

 

Kepada Coach Magazine, CR7 mengatakan, “Ada rasa saling menghormati yang besar antara saya dan Messi. Media hanya ingin membuat seolah-olah kita memiliki persaingan sengit, tetapi kenyataannya tidak seperti itu.”

 

“Memang, kami tidak berteman baik, tapi ada rasa saling menghormati antara kami.”

 

Tahun lalu di ajang Ballon d’Or Cristiano Ronaldo pernah berbicara kepada Messi bahwa anaknya Cristiano Jr sering menonton video keduanya di Internet. Messi sendiri kemudian menyapa Cristiano Jr. dengan ramah.

 

Hari sebelumnya, di El Clasico 2013, ketika CR7 harus meringis kesakitan karena cedera bahunya, Messi tampak beberapa kali menanyakan keadannya. Ronaldo menyambut pertanyaan Messi dengan apik pula.

Harga Neymar Empat Kali Lipat Paul Pogba!

Jika PSG ingin membeli Neymar Jr, maka harga keseluruhan paket mentransfer akan sebesar 430 juta Euro. Demikian pula, disampaikan oleh ayah sekaligus agen Neymar, Neymar Sr Dengan demikian, pembelian Neymar tidak hanya membuat rekor transfer klub yang paling mahal bagi Paris hari ini. Tetapi juga membuat mereka mengeluarkan empat kali lipat dari harga Paul Pogba.

1

 

Setelah Paul Pogba datang ke Manchester United dengan banderol 105-120000000 Euro, muncul pertanyaan siapa yang akan mengambil alih rekor transfer. Alasannya angka ini saja begitu tinggi, dan nyaris tidak tersentuh oleh klub elit Eropa, kecuali benar-benar super kaya. Namun ternyata, angka Pogba itu tidak apa-apa dengan angka untuk membeli Neymar.

 

Pemain Barcelona tersebut baru saja menandatangani kontrak baru yang mengikatnya sampai dengan tahun 2021. Dengan demikian, siapa pun yang ingin membelinya, harus membayar klausul pemutusan kontrak sebesar 190 juta euro. Apakah cukup sampai di sana? Jawabannya adalah tidak.

 

Sr. Neymar mengatakan kepada Globo Esporte bahwa, “Berkenaan dengan (direncanakan pembelian Neymar oleh) PSG, ada kontradiksi (antara harga yang ditetapkan oleh perkiraan harga PSG), karena kurangnya pemahaman.”

 

“Para pemain harus membayar denda pemutusan kontrak dengan klubnya. Oleh karena itu klub peminat harus membantu membiayai denda ini di kisaran 190 juta euro. Dan juga, harus menghitung pajak. Di Spanyol, saat ini, pajak yang dibebankan kepemain adalah sebesar 56 persen. ”

 

“(Plus rincian lainnya) Saya percaya bahwa € 430.000.000 bukanlah angka yang luar biasa. Neymar adalah sosok yang ‘tidak terjangkau’ dan harga nya tak ternilai. Jangan lupa, Barcelona tidak ingin menjual. Bahkan, meskipun menyentuh angka € 430.000.000 itu dianggap vulgar, itu bukan masalah saya. angka itu hanya tercantum dalam rincian kontrak. ”

 

Nah, beranikah PSG membayar sebanyak itu untuk membawa Neymar ke Paris?