Tanpa Argentina & Messi, Piala Dunia Bukanlah Piala Dunia..

Piala Dunia tanpa Argentina dan Lionel Messi, bukanlah Piala Dunia yang sejati. Demikianlah yang disampaikan oleh Marc Bartra, bek tengah Borussia Dortmund. Menurut pria yang pernah membela Barcelona, meskipun Argentina tengah krisis dan terancam gagal lolos Piala Dunia Rusia pada tahun 2018, kesempatan Albiceleste masih terbuka, karena mereka memiliki Leo Messi, pemain terbaik dunia.

tanpa-argentina-messi-piala-dunia-bukanlah-piala-dunia

Posisi Argentina sangat rentan saat ini. Dari 11 pertandingan yang dimainkan, Albiceleste hanya menempati peringkat keenam  pada table klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 untuk lolos ke Rusia, mereka harus mampu menyalip deretan tim papan atas yang dihuni Brasil, Uruguay, Kolombia, Ekuador, dan Chile. Minimal, Argentina menduduki peringkat keempat, batas waktu untuk kualifikasi untuk Piala Dunia 2018 secara langsung. Jika mereka finis di urutan lima, maka Argentina harus pergi melalui play-off antarbenua.

 

Dukungan untuk Argentina tidak datang dari dalam negeri sendiri. Marc Bartra, yang pernah menjadi tim dengan Lionel Messi di Barcelona, juga berharap tim tango dapat memenuhi syarat. Menurut Bartra, Argentina serta tim elit dunia, memiliki kelas tersendiri yang berbeda dari kebanyakan tim lain. Oleh karena itu, Piala Dunia tanpa Argentina bergulir sebagai peserta, bukan Piala Dunia sejatinya.

 

Dikutip Mundo Deportivo Batra mengatakan, “Leo (Messi) adalah pemain terbaik dunia, dan Piala Dunia tanpa Argentina akan kehilangan level sejatinya.”

 

Namun demikian, Bartra tidak ingin mengurus berlebihan Argentina. Karena, Spanyol hari ini masih berjuang mengamankan tiket di zona Eropa 2018 kualifikasi Piala Dunia. Selain itu, Spanyol berada di grup yang sama dengan Italia. Hanya satu tim akan lolos langsung, sementara yang lain harus melewati babak play-off.

 

Dalam sejarah Piala Dunia sendiri, bukan cuma Argentina yang merasakan penderitaan bertarung untuk sekadar lolos dari zona CONMEBOL. Brazil pernah begitu parah di kualifikasi jelang Korea Selatan-Jepang 2002, tapi kemudian menjadi kampiun di putaran final.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn